Legenda dari klub sepakbola Manchester United, Michael Carrick mengungkapkan jika dirinya sekarang ini tengah depresi sesudah dia membuat kesalahan fatal dalam final Liga Champions 2009 yang buat skuad MU mau tidak mau harus kalah dari skuad Barcelona. Tidak tanggung-tanggung, ia yang juga harus berhadapan dengan tekanan depresi tersebut dalam dua dua tahun sesudah hal tersebut.
Dan pada saat itu, Carrick juga kehilangan bola pada saat MU coba untuk bangun serangan. Dan yang paling sayangnya itu bola itu dapat digunakan oleh skuad Barcelona dengan sangat baik dan akhirnya mereka mendapatkan gol yang berhasil dibobol oleh Samuel Eto’o. Gol tersebut juga yang telah buat skuad yang buat skuad Barcelona berhasil keluar menjadi juara.
Kegagalan tersebut juga ternyata jauh lebih sulit untuk Carrick. Ia juga selalu menyalahakan diri sendiri dan tidak mempunyai kepercayaan dirinya untuk berhadapan dengan pelatih dan juga rekan satu klubnya di MU. Carrick mengatakan depresi.
Menurut Michael Carrick sendiri, kesalahan tersebut memang harusnya tidak bisa terjadi. Ia memang terus bertanya pada ia sendiri sesudah dirinya buat kesalahan tersebut. Dan rasa bersalah dirinya memang tetap ada lebih lama dari yang ia harapkan.
“Saya salahkan diri saya sendiri dengan gol yang harusnya tidak terjadi itu. Saya terus bertanya dengan diri saya sendiri: ‘Mengapa saya melakukan hal tersebut?’ dan memang merasa jika depresi tersebut juga kian bertambah sejak waktu itu,” papar Carrick.
“Sesudahnya tahun juga memang berjalan dengan sulit. Depresi tersebut bertahan lama. Saya sudah memenangkan Liga Champions setahun sebelumnya, tetapi itu sangat tak relevan.”
Lebih lanjut, setelah itu bahkan Michael Carrick memutuskan tak mau bermain di Piala Dunia 2010. Dia merasa sangat kecewa pada dirinya sendiri dan diserang depresi berat. Carrick harus mengatasi masalah itu sendiri.

Michael Carrick Depresi Sesudah Kalah Dari Barcelona